Jombang,LInK-News.Siapapun tahu bahwa setiap manusia terlahir bersama dengan hak asasinya. Hak tersebut melekat dan tak terbantahkan lagi agar dipenuhi oleh negara. Meski pemerintah sudah membuat Undang-undang No.39 Tahun 1999 tentang HAM, serta mengesahkan (ratifikasi) Konvensi Hak Sipil Politik dan Hak Ekonomi Sosial Budaya melalui UU 11/2005 dan UU 12/2005, namun tidak secara otomatis hak-hak dasar warga negara sudah terpenuhi. Melalui ketiga UU tersebut kita disadarkan bahwa pelanggaran HAM terjadi jika negara tidak mampu melindungi, menghormati serta memenuhi hak warganya. Kejahatan terhadap kemanusiaan, pemiskinan, pembodohan, dan perampasan hak-hak rakyat merupakan dampak dari pelanggaran HAM yang masih terus bisa kita saksikan sampai saat ini.
Secara lebih kongkrit di level kabupaten, gejala pelanggaran HAM bisa kita lacak melalui banyak hal, misalnya saja ‘penertiban’ PKL, pemiskinan petani, mahalnya pendidikan dan kesehatan, masih adanya diskriminasi pewarganegaraan dan layanan kependudukan bagi etnis tertentu, lemahnya jaminan partisipasi masyarakat terutama perempuan pada proses pembangunan, aksi premanisme yang menimpa insan pers, dan -yang terbaru- tidak berpihaknya APBD terhadap rakyat.
Terkait dengan hal itu 16 elemen di Jombang akan menggelar tahlilan dan refleksi. Mereka antara lain LBHNU Jombang, Lakpesdam NU, Linkar Indonesia untuk Keadilan {LInK}, Nawaksara, WCC Jombang, PMII, FMPJ, IPC, Jaringan Radio Komunitas untuk Demokrasi (JRKDem), Narishakti, Paguyuban Wong Cilik (PWC), Forsis, Komunitas Perempuan Ratu Shima, IPNU, IPPNU, dan FKPM Mayangan.
Kegiatan yang rencananya akan dilangsungkan Senin, 17/12, bertempat di aula kantor PCNU Jombang. “Kami sengaja menempatkan acara ini di sana karena secara filosofis organanisasi keagamaan seperti NU memang dibangun untuk merespon persoalan masyarakat,” ujar Aan Anshori, kordinator panitia.
Perhelatan tersebut juga akan diisi dengan orasi kemanusiaan oleh KH.Junaidi Hidayat, aktifis pendidikan dan Hamid Bishri (gus Mamik) yang sekarang menjabat sebagai sekretaris tanfidziyah PCNU Jombang. (42N)
DIarsipkan di bawah: Event | Ditandai: HAM, Jombang, NU, Tahlilan



saya berpendapat bahwasannya dengan adanya gelar tahlilan dan refleksi memeang sangat menguntungkan bagi kita semua, tetapi kita perlu ketahui bhawasaanya perlu adanya sosialisasi yang riel n relevan karena itu semua sangat dibutuhkan. thanks.