HPP Gabah Tak Akan Dinaikkan

Selasa, 25 Maret 2008 – 17:02 wib. Sumber: Okezone

JOMBANG – Pemerintah memastikan belum akan menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah yang saat ini Rp2.000 per kilogram pada tahun ini. Pasalnya, pemerintah belum mampu membeli beras dengan harga tinggi.

Demikian ditegaskan oleh Menteri Pertanian Anton Apriantono yang hadir dalam peresmian sistem resi gudang Jawa Timur di Desa Tebel Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang, Selasa (25/3/2008). Baca selebihnya »

Polisi Susah Dapat Bukti Malapraktik di Jombang

Selasa, 25 Maret 2008 – 16:56 wib. Sumber; Okezone

JOMBANG – Pengusutan kematian Hani Susi Wariana, korban meninggal dalam kasus dugaan malapraktik bakalan berjalan pincang. Pasalnya polisi kesulitan menemukan bukti-bukti.

Kesulitan pembuktian ini menyusul korban yang sudah dikebumikan Senin (24/03) kemarin, setelah pihak keluarga keberatan dilakukannya autopsi terhadap jenazah siswi kelas I SMP Muhammadiyah 5 Kec Bareng itu. Polisi hanya berpatokan terhadap hasil visum yang dilakukan tim medis RSD Jombang untuk menyeret dokter Pujianto ke meja hijau. Baca selebihnya »

Mendag Pesimistis Subsidi Migor Efektif

Selasa, 25 Maret 2008 – 16:53 wib. Sumber : Okezone

JOMBANG – Tingginya harga minyak goreng (migor) bakalan berkepanjangan. Menteri Perdagangan (Mendag), Mari Elka Pangestu sendiri pesimistis jika subsidi migor yang diberikan kepada masyarakat miskin (maskin) akan menurunkan harga migor di pasaran. Baca selebihnya »

Komnas HAM Investigasi Sendi

 

Sumber Jawa Pos

Hari Ini Mulai Datangi Lokasi
MOJOKERTO – Setelah memantau dari jauh polemik Sendi Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akhirnya turun tangan. Mereka mulai melakukan investigasi seputar polemik yang melibatkan warga dan Perhutani KPH Pasuruan tersebut. Hari ini, mereka memastikan turun ke lokasi eks Desa Sendi.

Sebelum memulai investigasinya, mereka menggelar pertemuan dengan sejumlah lembaga yang lebih dulu mendampingi warga. Antara lain, Lembaga Peduli Indonesia, Walhi Jatim, LHKI, LBH Jatim, Masyarakat Bantuan Hukum (MBH) dan Al Harokah Jombang. “Jangan sampai salah masuk. Karena itu, kami butuh bertemu dengan lembaga pendamping, untuk mengetahui proses yang telah berjalan. Sebab, kami tidak ingin merusak proses tersebut,” ungkap anggota Komnas HAM Syafruddin Ngulma Simeulue di sela pertemuan dengan lembaga pendamping di RM Jimbaran, kemarin.

Keputusan Komnas HAM untuk turun ke lokasi tersebut karena melihat ada hak-hak warga di Sendi. Salah satunya hak untuk mendapatkan pemukiman. Selain itu, dikatakan Bang Syaf, sapaan akrabnya, juga ada kewajiban pemerintah kepada warga. Antara lain, kewajiban pemerintah untuk menghormati, melindungi dan memenuhi. “Kami sejauh ini belum tahu, apakah sudah dilakukan atau tidak. Sehingga, kami perlu mendatangi lokasi,” katanya.

Namun, dengan posisi warga Sendi yang diuntungkan dengan sejarah keberadaannya, pemerintah semestinya melakukan kewajibannya itu. Desa Sendi dari dulu ada dan sampai sekarang warganya juga masih ada. Paling utama yang harus dilakukan Pemkab Mojokerto, ditegaskan Bang Syaf, mengukuhkan keberadaan Desa Sendi. “Dengan dikukuhkan, maka kewajiban lain akan mengikuti sendiri. Karena keberadaannya telah dikukuhkan, maka harus mendapat perlindungan dan dipenuhi,” ujarnya.

Meskipun baru kali pertama secara resmi turun ke lokasi, namun Komnas HAM sudah banyak mempelajari polemik tersebut. Sehingga, Komnas HAM juga melihat ada sisi kelemahan dengan perjanjian ganti rugi yang selama ini diduga menjadi ’senjata’ Perhutani. Perjanjian yang terjadi pada tahun 1931 tersebut, menurutnya, harus dianggap tidak sah. “Perjanjian itu kan dibuat sebelum kemerdekaan. Maka itu bukan perjanjian, melainkan penekanan. Itu harus dipertimbangkan,” katanya.

Sementara itu, dimulai hari ini dengan mendatangi lokasi eks Desa Sendi, Komnas HAM berencana melakukan investigasinya hingga hari Selasa (25/3) besok. Selain menemui langsung warga Sendi dan berusaha mengumpulkan data-data pendukung, mereka juga mengagendakan bertemu dengan Bupati Mojokerti Achmady dan DPRD setempat. “Kami juga diminta dewan untuk melihat paripurna penyampaian hasil kerja Pansus Sendi,” katanya.

Sebagai ending dari investigasi yang dilakukan tersebut, diungkapkan Bang Syaf, Komnas HAM akan mengeluarkan rekomendasi. Baik kepada Pemkab Mojokerto, DPRD dan pihak terkait, termasuk Menteri Kehutanan RI (Menhut).

Sebelumnya, Bang Syaf sempat meminta Pemkab dan Polres Mojokerto bersikap tegas. Hal itu disampaikan setelah muncul sinyal rencana penggusuran warga Sendi. Saat itu, dia juga mengatakan, bahwa kedua institusi itu mempunyai kewajiban konstitusi. Yakni, melindungi warga. Bukan sebaliknya, malah merestui dan melindungi Perhutani.

Tak tanggung-tanggung, dia menegaskan, polisi semestinya pejabat di internal Perhutani yang mengakibatkan kehancuran kawasan lindung yang dikelolanya. Sebab, hal itu jelas-jelas tergolong tindak pidana kejahatan lingkungan. (abi/yr)

Gudang Kayu Oknum TNI Digerebek

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/jawa-timur/gudang-kayu-oknum-tni-digerebek.html

Minggu, 09/03/2008

JOMBANG (SINDO) – Diduga menyimpan sejumlah kayu ilegal, gudang kayu milik salah satu anggota TNI digerebek polisi dan petugas Perhutani kemarin.

Penggerebekan yang melibatkan sekitar 100 personel Polres Jombang dan KPH Perhutani Jombang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB.Awalnya, aparat mendatangi Desa Pelabuhan, Kec Plandaan. Di desa yang berdekatan dengan kawasan hutan ini, petugas menyisir rumah-rumah warga dan pekarangan yang diduga menyimpan kayu curian. Dugaan petugas tak meleset. Baca selebihnya »

Mahasiswa Protes Harga Sembako

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/jawa-timur/mahasiswa-protes-harga-sembako.html

Minggu, 09/03/2008

JOMBANG (SINDO) – Puluh- an mahasiswa yang mengatasnamakan Front Mahasiswa Jombang (FMN) siang kemarin menggelar aksi menolak kenaikan harga sembako.

Demo kali ini dilakukan,menyusul kenaikan harga sembako yang tak terkendali. Dalam aksi yang dikemas sebagai bagian dari peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh kemarin, mereka menuntut Pemkab Jombang untuk segera merespons kegelisahan masyarakat akibat melonjaknya harga sembako. Baca selebihnya »

Bawaskab Lindungi Imam?

JOMBANG (SINDO) – Kendati adanya kepastian jika kasus dugaan penyunatan dana alokasi dana desa (ADD) telah sampai di meja Badan Pengawas Kab Jombang (Bawaskab), dibantah Bawaskab sendiri. Dugaan jika Bawaskab ikut terlibatpun mencuat. Baca selebihnya »

Dana ADD Diduga Disunat

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/jawa-timur/dana-add-diduga-disunat-2.html

Rabu, 27/02/2008

JOMBANG (SINDO) – Penyunatan dana program dana alokasi desa (ADD) kembali terjadi.Kali ini,pungutan liar tersebut terjadi di Kecamatan Mojoagung.

Sebanyak 17 desa terpaksa menyetorkan sebagian dana yang mereka terima ke oknum camat setempat. Rata-rata setiap kepala desa harus membayar Rp1,8 juta. Padahal,ADD yang mereka terima dari Pemkab hanya berkisar Rp60–80 juta. ”Dari 18 desa,hanya desa kami yang menolak untuk menyetorkan dana tersebut,” ungkap Kepala Desa Kauman Rachmad Jaya kemarin. Dia mengurai, untuk pemotongan ini Camat Mojoagung terlebih dahulu mengumpulkan seluruh kades di Desa Mancilan. Baca selebihnya »

Dana ADD untuk Baliho Suyanto

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/jawa-timur/dana-add-untuk-baliho-suyanto-3.html

Jum’at, 29/02/2008

SEMENTARA dari rincian pemotongan dana ADD sebesar Rp1,8 juta itu, muncul anggaran yang digunakan untuk pembuatan stiker dan baliho sebesar Rp500.000.Diduga, dana ini dipakai untuk membuat stiker dan baliho Bupati Suyanto,yang banyak terpasang di tiap-tiap desa. Baca selebihnya »

DBD Jombang Bencana Sosial

 Selasa, 26/02/2008

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/nusantara/dbd-jombang-bencana-sosial.html

JOMBANG(SINDO) – Pemkab Jombang terpaksa menaikkan status wabah Demam demam berdarah dengue (DBD) dari kejadian luar biasa (KLB) menjadi bencana sosial.

Wakil Bupati Jombang Ali Fikri menyatakan, status wabah DBD dinaikkan karena jumlah korban meninggal sudah sangat mengkhawatirkan. Hingga akhir Februari, korban meninggal tercatat mencapai 21 orang. Sebagai perbandingan, selama 2007, korban meninggal akibat kasus yang sama hanya mencapai 20 orang. Baca selebihnya »